Jumat, 28 September 2012

SUTAFSIR SURAT AL-BAQOROH AYAT 87 - 91

  وَ لَقَدْ آتَيْنَا مُوْسَى الْكِتَابَ وَقَفَّيْنَا مِن بَعْدِهِ بِالرُّسُلِ وَ آتَيْنَا عِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ وَ أَيَّدْنَاهُ بِرُوْحِ الْقُدُسِ أَفَكُلَّمَا جَاءَكُمْ رَسُوْلٌ بِمَا لاَ تَهْوَى أَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيْقاً كَذَّبْتُمْ وَ فَرِيْقاً تَقْتُلُوْنَ
(87) Dan sesungguhnya telah Kami berikan Kitab kepada Musa dan Kami iringi dibelakangnya dengan beberapa Rasul, dan telah Kami berikan kepada Isa anak Maryam keterangan­keterangan dan Kami sokong dia dengan Ruhul Qudus. Maka apakah setiap datang kepada kamu seorang Rasul dengan yang tidak sesuai dengan hawa-nafsu kamu, kamupun menyornbong ? Maka sebagian kamu men­dustakan dan sebagian kamu membunuh.

وَ قَالُوْا قُلُوْبُنَا غُلْفٌ بَل لَّعَنَهُمُ اللهُ بِكُفْرِهِمْ فَقَلِيْلاً مَّا يُؤْمِنُوْنَ

(88) Dan mereka berkata : Hati kami tertutup ! Bukan ! `I'ctapi mereka telah dikutuki oleh Allah dari sebab kufur mereka, rnaka sedikitlah mercka yang beriman..

وَ لَمَّا جَاءَهُمْ كِتَابٌ مِّنْ عِنْدِ اللهِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَهُمْ وَ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ يَسْتَفْتِحُوْنَ عَلَى الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَلَمَّا جَاءَهُمْ مَّا عَرَفُوْا كَفَرُوْا بِهِ فَلَعْنَةُ اللهِ عَلَى الْكَافِرِيْنَ

(89) Dan tatkala datang kepada mereka Kitab dari sisi Allah , membenarkan bagi apa yang serta mereka, padahal pernahlah mereka dahulu memohonkan kemenangan atas orang-orang yang kafir. Maka tatkala telah datang kepada mereka apa yang telah mereka kenal itu merekapun tidak percaya kepadanya; maka kutuk Allah­lah atas orang-orang yang kafir .

بِئْسَمَا اشْتَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ أَنْ يَكْفُرُوْا بِمَا أَنْزَلَ اللهُ بَغْياً أَنْ يُنَزِّلَ اللهُ مِنْ فَضْلِهِ عَلَى مَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ فَبَآؤُوْا بِغَضَبٍ عَلَى غَضَبٍ وَ لِلْكَافِرِيْنَ عَذَابٌ مُّهِيْنٌ 

(90) Alangkah buruknya harga yang dengan itu mereka menjual diri mereka, bahwa rnereka kafiri apa yang diturunkan Allah karena dengki, bahwa diturun­kan Allah dari karuniaNya ke atas barang siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba­Nya. Maka patutlah mereka itu kena murka diatas murka. Dan bagi orang yang kafir adalah azab yang menghinakan.

وَ إِذَا قِيْلَ لَهُمْ آمِنُوْا بِمَا أَنْزَلَ اللهُ قَالُوْا نُؤْمِنُ بِمَآ أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَ يَكْفُرُوْنَ بِمَا وَرَاءهُ وَ هُوَ الْحَقُّ مُصَدِّقاً لِّمَا مَعَهُمْ قُلْ فَلِمَ تَقْتُلُوْنَ أَنبِيَاءَ اللّهِ مِنْ قَبْلُ إِنْ كُنْتُم مُّؤْمِنِيْنَ 

( 91) Dan apabila dikatakan kepada mereka : Percayalah kepada apa yang diturunkan Allah. Mereka berkata : Kami percaya kepada apa yang diturunkan kepada kami, dan kami tidak hendak percaya kepada. apa yang di­belakangnya. Padahal dia itu adalah kebenaran, mem­benarkan apa yang ada serta mereka. Katakanlah : Maka mengapa kamu bunuh Nabi­-nabi Allah dahulunya , jikalau kamu memang beriman ?


Kalau rnereka insafi akan kebenaran, tidaklah patut mereka berlarut-larut menentang Rasulullah s.a.w : 

وَ لَقَدْ آتَيْنَا مُوْسَى الْكِتَابَ
 
"Dan sesungguhnya telah Kami berikan Kitab kepada Musa. "
 
Yaitu Kitab Taurat yang mereka pusakai itu. 

وَقَفَّيْنَا مِن بَعْدِهِ بِالرُّسُلِ
 
"Dan Kami iringi di belakangnya dengan beberapa Rasul." (pangkal ayat 87).

Banyaklah Rasul-rasul yang mengiringi ke­datangan Musa, menegakkan Syariat Taurat itu. Daud a. s., Sulaiman a.s., Daniel a.s. dan Yasy'iya a.s., Armiya a.s., Hazqil a.s., Zakariya a. s. dan putranya Yahya a. s., dan lain-lain; semuanya itu adalah Rasul­ rasul kepada Bani Israil dan dari kalangan Bani Israil sendiri; pendeknya kayalah mereka dengan kedatangan Nabi-nabi dan Rasul ­rasul. 

وَ آتَيْنَا عِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ
 
"Dan telah Kami berikan kepada Isa anak Maryam keterangan­ keterangan. "

Yaitu mu'jizat-mu'jizat yang besar, sebagai menyembuhkan orang sakit kusta dengan izin Allah, menghidupkan orang rnati dengan izin Allah , menyalangkan kembali mata orang yang telah buta dengan izin Allah. 

وَ أَيَّدْنَاهُ بِرُوْحِ الْقُدُسِ
 
"Dan Karni sokong dia dengan Ruhul Qudus. "

Yaitu Roh Kesucian,. Setengah ahli tafsir mengatakan bahwa Ruhul Qudus itu ialah Malaikat Jibril dan tengahnya lagi mengatakan bahwa Roh Isa itu sendiri disuci-bersihkan Tuhan. Nabi kita Muhammad s.a.w pernah mendoakan kepada Tuhan agar Hasan bin Tsabit, syair beliau disokong dengan Ruhul Qudus.
Maka semua Rasul itu, sejak Musa sampai Isa dengan Kitab yang mereka bawa keterangan-keterangan, yang rnereka perlihatkan semuanya adalah untuk Bani Israil. Tetapi tidak ada di antara Rasul dan Nabi itu yang tidak mendapat gangguan dari mereka demikian juga.. Sebab itu datanglah pertanyaan tempelak Tuhan: 

أَفَكُلَّمَا جَاءَكُمْ رَسُوْلٌ بِمَا لاَ تَهْوَى أَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيْقاً كَذَّبْتُمْ وَ فَرِيْقاً تَقْتُلُوْنَ
 
"Muka apakah setiap datang kepada kamu seorang Rasul dengan tidak sesuai dengan hawa-nafsu kamu, kamupun menyombong ? Maka sebagian kamu rnendustakan dan sebagian kamu membunuh. "( ujung ayat 87).

Sukarlah bagi Bani Israil , sampaipun kepada jaman kita ini buat mengelakkan diri dari tempelak Tuhan yang seperti ini. Sebab di dalam kitab-kitab mereka sendiri bertemu catatan itu. Bahkan Nabi Musa sendiri seketika dekat ajalnya diperingatkan oleh Tuhan bahwa sepeninggal dia mati kelak, kaumnya ini akan menyembah dewa-dewa dan akan melanggar segala janji mereka.

Di dalam Zaburnya Nabi Armiya a.s. yang sampai sekarang ada di dalam kumpulan `"Perjanjian Lama" kita membaca ratap tangis Nabi Armiya a.s., dan kita membaca penyesalan Hazqil a.s. dan peringatan Yasy'iya a.s atas bahaya negeri mereka dilanda habis aleh bangsa Babil.

Kedatangan Isa a1-Masih pun tidak mereka terima dengan baik, dan mereka menuduhnya anak di luar nikah. Maka disebutlah kejahatan-kejahatan rnereka itu, bahwa sebagian dari mereka mendustakan setiap Nabi dan Rasul yang datang dan sebagian mereka pula, membunuh Nabi, atau turut mempermudah terjadinya pembunuhan itu, sebagai yang dilakukan kepada Nabi dua beranak Zakariya yang telah sangat tua dengan putranya Yahya yang telah jadi Rasul di usia muda remaja. Bahkan ada riwayat, tidak kurang dari lima puluh atau tujuh puluh orang Nabi Bani Israil yang dibunuh oleh kaumnya sendiri.

وَ قَالُوْا قُلُوْبُنَا غُلْفٌ
 
"Dan mereka berkata: Hati kami tertutup. " (pangkal ayat 88).

Dengan terus-terang karena sombongnya, mereka mengatakan kepada Rasulullah s.a.w seketika datang tempelak-tempelak semacam ini bahwa hati mereka tertutup. Artinya pengajaran dari siapapun tidak akan masuk lagi, lalu disambut Tuhan: 

بَل
 
"Bukan!" Bukan hati mereka yang tertutup.

لَّعَنَهُمُ اللهُ بِكُفْرِهِمْ
 
"Tetapi mereka telah dikutuki oleh Allah dari sebab kufur mereka."

Sebenarnya hati mereka bisa baik kembali, tetapi sayang telah mereka sumbat sendiri hati itu dengan kufur, laknat Allah datang:

فَقَلِيْلاً مَّا يُؤْمِنُوْنَ
 
"Maka sedikitlah mereka yang beriman. " (ujung ayat 88).

Yang sedikit itulah yang menggabungkan dirinya kepada Islam, seperti Abdullah bin Salam dan beberapa orang yang dapat dihitung dengan jari.

Setengah tafsir mengatakan arti ghulfun bukanlah hati tertutup. Tetapi menafsirkan hati kami adalah perbendaharaan, atau pura yang penuh dengan ilmu pengetahuan, kami tahu semua soal. Maka oleh karena mereka merasa segala tahu, tidaklah mereka mau lagi menerima kebenaran dari mana sajapun datangnya. Lalu disambut oleh jawaban wahyu itu, bukan hati mereka perbendaharaan segala ilmu, tetapi tempat simpanan segala kufur sehingga kutuk Tuhanlah yang mereka derita.

وَ لَمَّا جَاءَهُمْ كِتَابٌ مِّنْ عِنْدِ اللهِ
 
"Dan tatkala datang kepada mereka Kitab dari sisi Allah. "( pangkal ayat 89).

Yaitu Kitab Suci al-Qur'an, dan Kitab yang datang itu.

مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَهُمْ
 
"Membenarkan bagi apa yang ada serta mereka. "

Yaitu membenarkan isi Taurat, tidak ada selisih pada pokok, sebab sama-sama berisi pengajaran Tauhid dan beberapa janji sebagai yang telah berkali-kali diterangkan di atas tadi.

وَ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ يَسْتَفْتِحُوْنَ عَلَى الَّذِيْنَ كَفَرُوْا
 
"Padahal pernahlah mereka dahulu memvhonkan kernenangarz atas vrung-orang yang kafzr. "

Sebab sudah disebutkan dalam Taurat akan datang seorang Rasul untuk menyempurnakan isi Taurat, dan itu sudah menjadi keyakinan mereka. Sehingga kalau mereka berhadapan dengan orang-orang kafir, yaitu orang-orang musyrikin itu akan disapu-bersih oleh Rasul itu. Malahan mereka kenal tanda­ tanda Rasul itu sebagaimana diisyaratkan di dalam Kitab mereka:

فَلَمَّا جَاءَهُمْ مَّا عَرَفُوْا كَفَرُوْا بِهِ
 
"Maka tatkala telah datang kepadu mereka apa yang telah mereka kenal itu, merekapun tidak percaya kepadanya. "
 
Menurut riwayat dari Ibnu Ishaq, yang diterimanya dari orang tua-tua Anshar, bahwa ayat ini turun ialah mengenai mereka dan orang Yahudi di Madinah, bahwa di jaman jahiliyah pernah kami orang Madinah mengalahkan mereka padahal kami belum memeluk Islam, dan mereka masih Ahlul-Kitab.
Meskipun telah kalah, tetapi pernah mereka mengatakan: Kini kami kalah, kelak akan diutus Tuhan seorang Rasul. Kalau Rasul itu datang , kami semua akan menjadi perrgikutnya. Masanya tidak lama lagi. Waktu itu kelak kamu semuanya ini akan kami sapu bersih, kami bunuh seperti terbunuhnya kaum Aad dan Iram.
Dari riwayat ini nyatalah bahwa di saat mereka pernah kalah perang dengan kafir-musyrik, mereka telah mengharapkan bahwa mereka akan mencapai kemenangan kembali jika Rasul itu datang ! Hal ini diingat benar oleh orang tua-tua Anshar di Madinah.
Sekarang Rasul itu telah datang. Tetapi apa jadinya ? Usahkan mereka bersedia jadi pengikutnya untuk berperang menegakkan agama bersama dia, bahkan mereka dustakan dan mereka kafir. Dan orang-orang yang mereka hinakan dahulu itulah yang menjadi pengikut Rasul itu.

فَلَعْنَةُ اللهِ عَلَى الْكَافِرِيْنَ
 
"Maka kutuk Allahlah atas orang-orang yang kafir. " (ujung ayat 89).

Apabila kutuk laknat sudah datang, apa saja yang dikerjakan menjadi serba salah.

بِئْسَمَا اشْتَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ
 
"Alangkah buruknya harga yang dengan itu mereka menjual diri mereka. " (pangkal ayat 90).

Itulah suatu penjualan diri dan penggadaian pendirian yang sangat rugi dan hina. Yaitu mempertukarkan kebenaran dengan kebatilan, 

أَنْ يَكْفُرُوْا بِمَا أَنْزَلَ اللهُ بَغْياً
 
"Bahwa mereka kafiri apa yang diturunkan Allah, karena dengki. "

Inilah sebab yang utama, yaitu dengki, sehingga kesesatan jadi berlarut-larut , Apa yang mereka dengkikan ?

أَنْ يُنَزِّلَ اللهُ مِنْ فَضْلِهِ عَلَى مَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ
 
" Bahwa diturunkan Allah dari karuniaNya ke atas barang siapa Yang Dia kehendaki dari hamba­ hambaNya. "

Dengki ! Mengapa Nabi atau Rasul yang ditunggu itu tidak timbul dari kalangan mereka ?
Mengapa dari orang Arab ? Mengapa dari Bani Ismail , tidak dari Bani Israil ? Padahal memilih seorang Nabi atau Rasul adalah kehendak Tuhan , dan Tuhan pun tidak pernah menjanjikan kepada mereka bahwa Nabi atau Rasul itu hanya akan diangkat Tuhan dari Bani Israil saja.
Karena kedengkian itu tidaklah mereka terima lagi syariat yang dibawanya, walaupun isi syariat itu cocok sesuai dengan isi Kitab mereka. Lantaran demikian:

فَبَآؤُوْا بِغَضَبٍ عَلَى غَضَبٍ
 
"Maka patutlah mereka itu kena murka di atas murka. "

Kena murka Allah berlipatganda, karena kekufuran mereka berlipatganda pula. Dengan memungkiri Muhammad s.a.w. mereka sudah dapat satu kemurkaan, dan oleh karena Taurat menyuruh menyambut dan beriman kepadanya mereka ingkari pula., dapatlah mereka murka yang kedua.

وَ لِلْكَافِرِيْنَ عَذَابٌ مُّهِيْنٌ
 
"Dan bagi orang yang kafir adalah azab yang menghinakan. " (ujung ayat 90).

Maka dengan kalimat yang dipakai Tuhan bahwa bagi orang yang kafir adalah azab yang menghinakan : tidak pandang bangsa, dia. Bani Israil atau golongan yang lain. Karena hukum keadilan Tuhan itu berlaku dimana-mana kepada siapapun yang melanggar. Supaya orang lain yang membacanya jangan hanya menghinakan orang Yahudi yang bersalah, tetapi hendaklah membawa i'tibar bagi dirinya sendiri, supaya menjauhi kekufuran.

وَ إِذَا قِيْلَ لَهُمْ آمِنُوْا بِمَا أَنْزَلَ اللهُ
 
"Dan apabila dikatakan kepada mereka : Pcrcayalah kepada apa yang diturunkan Allah. " (pangkal ayat 91).

Terimalah al-Qur'an dengan hati terbuka, karena isinya adalah lanjutan juga daripada yang dibawa oleh Nabi-nabimu yang dahulu itu.

وَرَاءهُ قَالُوْا نُؤْمِنُ بِمَآ أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَ يَكْفُرُوْنَ بِمَا
 
"Mereka berkata: Kami (hanya) percaya kepada apa yang diturunkan kepada kami; dan kami tidak hendak percaya kepada apa ( yang diturunkan ) di belakangnya. "

Taurat itu sudah cukup bagi kami.
وَ هُوَ
"Padahal dia itu " yaitu al--Qur'an yang diturunkan kepada Muhammad s.a.w; itu 

الْحَقُّ مُصَدِّقاً لِّمَا مَعَهُمْ
 
"adalah kebenenaran , membenarkan apa yang ada serta mereka."

Kalau mereka jujur tentu hendaknya mereka terima dan iman, sebab kebenaran hanya satu.:Tetapi hati mereka tertutup oleh dengki dan hawa-nafsu.

قُلْ فَلِمَ تَقْتُلُوْنَ أَنبِيَاءَ اللّهِ مِنْ قَبْلُ إِنْ كُنْتُم مُّؤْمِنِيْنَ
 
"Katakanlah: Menggapa kamu bunuh Nabi-nabi Allah dahulunya , jikalau kamu memang beriman ? " (ujung ayat 91).

Oleh sebab itu teranglah bahwa dakwaanmu bahwa kamu hanya beriman kepada yang diturunkan kepada kamu saja , dan tidak mau menerima yang datang kemudian , pun adalab bohong semata-mata .

Sebab kalau benar itu saja yang kamu mau percayai , tidaklah akan kejadian beberapa Nabi mati karena kamu bunuh. Tidak akan kejadian pembunuhan atas Utusan Allah kalau memang kamu beriman kepada Kitab yang kamu pegang itu.Inilah satu tangkisan yang amat jitu terhadap mereka.




Referensi :
http://kongaji.tripod.com/myfile/al-baqoroh_ayat_87-91.htm






Tidak ada komentar:

Posting Komentar