Senin, 01 Oktober 2012

JANGAN MAU DIAJAK PACARAN

Ada kebersamaan karena cinta yang dihalalkan | ada kebersamaan karena cinta yang diharamkan | pembedanya ialah pernikahan
karena tindakan paling ksatria dari lelaki yang belum siap menikah | adalah berani secara jantan untuk mengatakan “su
dah”
jaga diri sampai dihalalkan akad, memang bukan sesuatu yang mudah | namun semua akan dilunasi, saat akad sudah terucap sah
karena maksiat tidak pernah menjadi pilihan bagi mukmin lelaki dan perempuan | QS 33:36

=============

Cinta dalam Pacaran, betulankah?
*apa arti kata cinta bila menggadaikan masa depan? | ia tidak lebih dari ucapan dusta
*apa arti sayang bila ia mempertaruhkan kehormatan | ia tidak lebih daripada fatamorgana
*lelaki yang memutuskan menikah saja tidak bernyali | mau diharap apa untuk masa depan? mungkin hanya mimpi..
*wanita yang tak bisa tegas padahal nyata dipaksa sempurnakan maksiat? | jangan salahkan siapapun atas masa depan kelak..
*saat tangan bergandeng dengan yang tak halal | harusnya bukan bangga kau rasa, harusnya malu | begitu mudahnya lelaki dapatkan dirimu?
*semua lelaki bersedia memegang tangan | namun tak semuanya bersedia memegang komitmen | hanya yang serius, bukan yang pacaran
*apa beda yang sudah menikah dan yang pacaran saat diluar? | yang sudah nikah kalem, sedang yang pacaran grusa-grusu, apa aja mau dipegang
*yang menikah jelas inginkan masa depan | yang pacaran jelas hancurkan masa depan
*kenapa yang pacaran grusa-grusu? | apa aja mau dipegang? | jawabannya: “selagi sempat” | pahamkah? “selagi sempat”?
*kenapa lelaki mau pacaran? | karena mereka belum yakin siap untuk nikah | in other words “kamu jadi ajang pelatihan”
*nikah itu keseriusan, pacaran itu permainan | mau dimainin atau mau diseriusin?
*kasitau sekarang juga | kalo nggak siap nikahi, lebih baik sudahi aja | itu tindakan paling ksatria | Bismillah, segera sudahi maksiat.
status Ustadz Felix Siauw:

 =============
 
Nasihat Kepada Para Gadis Remaja
Dengan terbata-bata dan diiringi linangan air mata penyesalan seorang remaja putri bertutur: “Peristiwa ini bermula hanya dari pembicaraan melalui telepon antara diriku dengan seorang pria, lalu berlanjut membuahkan kisah cinta di antara kami. Ia merayu bahwa dirinya sangat mencintaiku dan ingin segera meminangku. Dia berharap dapat bertemu muka denganku, namun aku sungguh merasa keberatan, bahkan aku mengancam ingin menjauhi dirinya, kemudian menyudahi hubungan ini. Akan tetapi aku tak kuasa melakukan itu. Maka aku putuskan dengan mengirimkan fotoku dalam sebuah surat cinta yang semerbak dengan wangi aroma bunga mawar.

Gayung bersambut suratku pun dibalas olehnya, dan semenjak itu kami sering saling kirim surat. Suatu ketika melalui surat, ia mengajakku untuk keluar pergi berduaan, aku menolak dengan keras ajakan itu. Tetapi ia balik mengancam akan membeberkan semua tentang diriku, foto-fotoku, surat cintaku, dan obrolanku dengannya selama ini melalui telepon, yang ternyata ia selalu merekamnya. Aku benar-benar dibuat tak berdaya oleh ancamannya.
Akhirnya aku pun pergi keluar bersamanya dan berharap dapat pulang kembali ke rumah dengan secepatnya. Memang aku pun akhirnya pulang, namun sudah bukan sebagai diriku yang dulu lagi, aku telah berubah. Aku kembali ke rumah dengan membawa aib yang berkepanjangan, dan suatu ketika kutanyakan kepadanya, “Kapan kita akan menikah?” Apakah tidak secepatnya? Namun ternyata jawaban yang ia berikan sungguh menyakitkan, dengan nada menghina dan merendahkanku ia berkata, “Aku tak mau menikah dengan wanita rendahan sepertimu!”

Wahai saudariku tercinta!

kini engkau tahu bagaimana akhir dari hubungan kami yang jelas-jelas terlarang dalam agama ini. Oleh karena itu waspada dan berhati-hatilah jangan sampai engkau terjerumus dalam hubungan semacam itu. Jauhilah teman yang buruk perangai, yang suatu saat bisa saja ia menjerumuskanmu lalu menyeretmu ke dalam pergaulan yang rendah dan terlarang. Ia hiasi itu semua sehingga seakan-akan menarik dan merupakan hal biasa yang tidak akan berakibat apa-apa, tak akan ada aib dan lain sebagainya.

Jangan percaya omongannya, sekali lagi jangan gampang percaya! Itu semua tak lain adalah tipu daya yang dilancarkan oleh syetan dan teman-temannya. Dan jika engkau tak mau berhati-hati maka sungguh hubungan haram itu akan berakibat sebagaimana yang telah kusebutkan di atas atau bahkan lebih parah dan menyakitkan lagi.

Berhati-hatilah jangan sampai engkau terpedaya dengan bujuk rayu para laki-laki pendosa itu yang kesukaannya hanya mempermainkan kehormatan orang lain. Mereka adalah pembohong, pendusta dan pengkhianat, walau salah satu dari mulut mereka terkadang menyampaikan kejujuran dan keikhlasan. Apa yang diinginkan mereka adalah sama, dan semua orang yang berakal mengetahui itu, seakan tiada yang tersembunyi. Berapa kali kita mendengarkan, demikian juga selain kita tentang perilaku keji mereka terhadap para gadis remaja.

Namun sayang seribu sayang bahwa sebagian para gadis tak bisa mengambil pelajaran dari peristiwa memalukan yang menimpa gadis lainnya. Mereka tak mempercayai segala ucapan dan nasehat yang diberikan kecuali setelah peristiwa itu benar-benar menimpa, dan setelah terlanjur menjadi korban kebiadaban lelaki amoral itu. Tatkala musibah dan aib yang mencoreng muka telah terjadi, maka ketika itulah ia baru terbangun dari keterlenaannya, timbullah penyesalan yang mendalam atas segala yang telah dilakukannya. Ia berangan-angan agar aib, derita, dan kegetiran itu segera berakhir, namun musim telah berlalu dan segalanya telah terjadi,yang hilang tiada mungkin kembali! “Mengapa semua jadi begini?”

Saudariku Tercinta!

Bagi yang terlanjur jatuh dalam hubungan yang haram dan terlarang, jika mau berpikir maka tentu ia akan menjauhi cara seperti itu sejak awal mulanya. Sehingga tak seorang pun bisa mengajaknya demikian berpetualang dalam cinta. Sebab dalam petualangan tersebut mempertaruhkan sesuatu yang paling mulia yang merupakan lambang harga diri dan kesucian wanita. Jika sekali telah hilang, maka tak akan mungkin kembali selamanya. Wanita mana yang menginginkan agar miliknya yang paling berharga hilang begitu saja dengan sia-sia demi kesenangan sekejap? Lalu setelah itu kembali ke tengah-tengah keluarga dan masyarakat dalam keadaan terhina dan tersisih tiada mampu mendongakkan kepala?

Tiada lagi laki-laki yang mengingin kannya, hidup terkucil dan penuh kerugian yang selalu mengiringi sisa umurnya. Hatinya makin teriris manakala melihat teman sebayanya atau yang lebih muda telah menjadi seorang istri, seorang ibu rumah tangga dan pendidik generasi muda.

Oleh karena itu wahai saudariku, pikirkanlah semua ini! Jauhilah olehmu hubungan muda-mudi yang melanggar aturan agama agar engkau tidak menjadi korban selanjutnya. Ambillah pelajaran dari peristiwa yang menimpa gadis selainmu, dan jangan sampai engkau menjadi pelajaran yang diambil oleh mereka. Ketahuilah bahwa wanita yang terjaga kehormatannya itu sangatlah mahal, jika ia mengkhianati dan tak menjaga kehormatan itu, maka kehinaanlah yang pantas baginya. Tetaplah engkau pada kondisi jiwamu yang suci dan mulia dan janganlah sekali-kali engkau membuatnya hina serta menurunkan martabat dan ketinggian nilainya.

Jangan kau kira bahwa untuk mendapatkan seorang suami yang baik hanya dapat diperoleh melalui obrolan lewat telepon ataupun pacaran dan pergaulan bebas. Banyak di antara mereka yang jika dimintai pertanggung jawaban agar segera menikah justru mengatakan:

Bagaimana mungkin aku menikahi wanita sepertinya.
Bagaimana pula aku rela dengan tingkah laku dan caranya.
Bagi wanita yang telah mengkhianati kehormatannya sehari saja.
Maka tiada mungkin bagi diriku untuk memperistrinya.
Bila engkau tak menginginkan jawaban yang menyakitkan seperti ini maka jangan sekali-kali menjalin hubungan terlarang, cegahlah sedini mungkin. Selagi dirimu dapat mengen-dalikan segala urusan yang menyangkut pribadimu, maka kemuliaan dan harga diri akan terjaga. Carilah suami dengan cara yang baik dan benar, sebab kalau toh engkau mendapatkannya dengan cara gaul bebas dan cara-cara lain yang tidak benar, maka biasanya akan berakibat tersia-sianya rumah tangga dan bahkan perceraian. Rata-rata kehidupan mereka dipenuhi oleh duri, saling curiga, menuduh, dan penuh ketidakpercayaan.

Jangan kau percayai propaganda sesat yang berkedok kemajuan zaman atau mereka yang menggembar-gemborkan kebebasan kaum wanita yang mengharuskan menjalin cinta terlebih dahulu sebelum menikah. Janganlah terkecoh, sebab cinta sejati tak akan ada kecuali setelah menikah. Sedang selain itu, maka pada umumnya adalah cinta semu, hanya mengikuti angan-angan dan fatamorgana, sekedar menuruti kesenangan, hawa nafsu, dan pelampiasan emosi belaka.

Ingatlah bahwa kehidupan dunia ini sangatlah singkat dan sementara, mungkin sebentar lagi engkau akan meninggalkannya. Maka jika ternyata engkau telah terkhilaf dengan dosa-dosa segera saja bertaubat memohon ampunan sebelum ada dinding penghalang antara taubat dengan dirimu. Demi Allah nasihat ini kusampaikan dengan tulus untukmu dan itu semua semata-mata karena rasa sayang dan cintaku kepadamu.


 =============

Status tentang cinta dari ustadz Felix Siauw (mualaf)

01. lelaki memang mau enaknya aja, nggak mau tanggung jawabnya | salah wanita juga, mau-maunya dikasi tanggungan, nggak enak pula

02. lelaki biasa abis manis sepah dibuang | salah wanita juga, udah tau hubungan nggak ada komitmen, malah umpankan jadi sepah?


03. lelaki baik kalo ada maunya aja | salah wanitanya lagi, udah tau lelaki baik kalo ada maunya, malah diturutin?


04. lelaki enak, kalo dia nggak jadi nikah, gampang cari yang lain | sudah tau begitu, masih nekad diajak pacaran, salah wanitanya lagi


05. lelaki itu hidung belang, nggak setia | salah wanitanya, mau aja digombali, modal rayuan terus dikasi kehormatan?


06. lelaki buaya darat, buset aku ketipu lagi! | hehe.. udah dibikin lagu tuh, salah wanitanya, udah tau buaya, masih direken


07. lelaki maunya menang sendiri! dari tadi kok disalahin wanita melulu! | hehe.. udah tau kan? makanya jangan percaya lelaki kecuali suami


08. fitrah lelaki itu merayu, gombalisme, hidung belangisme dan buaya daratisme | cocok banget dikombinasi sama maksiat pacaran


09. tanpa komitmen akad, alias pacaran doang | lelaki pasti menipu (kalo dia bilang “nggak kok, gue jujur kok” >> itu tanda dia dah nipu)


10. apalagi HTS, haduh, kakak-adek-lah, mami-papi-lah, engkong-cucu-lah | nepu-nepu aja tuh, yg ada lelaki mah cari nikmat tanpa konsekuensi


11. untuk dapetin yg dia mau, lelaki siapkan ratusan cara (lebih) | sampai satu saat engkau tahu engkau korban yang kesekian kali? (lebih)


12. mau denger berapa banyak lagi wanita yg nyesel karena pacaran mengambil kehormatan dan masa depan? | baru kau mau sedikit mikir?


13. shalat aja dia males, baca Al-Qur’an nggak bisa? | berharap jadi Imam bagimu dan mengurus dirimu? hadeuh!


14. shalat dia rajin, jebolan pesantren lagam rancak baca Al-Qur’an kok masih pacaran? | tanda iman belum diamal badan


15. lelaki baik mendatangi walimu, dengan kesiapan lahir batin yang bisa meyakinkan walimu untuk melepasmu | atau mundur secara jantan


16. lelaki baik bukan andalkan kata “nanti ya” | melainkan datangi, nikahi atau sudahi dan tinggalkan


17. perasaan jangan dituruti, harini seneng besok bisa nangis | pikiran dan iman dituruti, harini nangis besok mesti bersyukur


18. isi TL ini bukan suudzann, tapi fakta dear | kalo saja etika boleh membuka apa yg sy tahu 100%, tweeps bakal lebih ngeri dari ini -_-


=========================

01. ada temen nanya, mas kalo ta’aruf trus ajak jalan2 beduaan gitu boleh nggak dalam Islam?, sy jawab “nggak, maksiat tu namanya, khalwat”

02. “dlm Islam khalwat (dua2an tanpa mahram) tu gak boleh, krn kata Rasul yg ketiganya setan” (makanya jgn deket2 org pacaran, dikira setan)

03. dia nanya lg “kl nelp2 aja, kan gak khalwat toh mas?” >> sy jwb “sama aja, berdua2an di dunia maya, sayang2an, terbuai2an, pliss deh!”

04. dia gak puas “kl ta’aruf disitu ada adiknya yg SD boleh nggak?” >> sy jawab “nggaaaaak! (sambil *jitak) sama aja itu mah”

05. dia tobat lalu nanya “jadi gmn dong mas?” >> sy jwb “datengi ayah ibunya, ngobrol ttg rencanamu mau nikahin anaknya, be a man”
 
06. eh dia nanya lg “kan ta’aruf sama orangnya bukan bpk/ibuny? >> sy jwb “ya iya lah, tapi yg punya dia kan bapaknya, kcuali dia janda?!”

07. mukanya mupeng, nanya lg “kl kita ta’aruf tapi urusannya diserahkan pada Allah kapan nikahnya?” >> sy jwb “wah, antum mah gak serius..”

08. “lha terus gmn mas, sy kan msh kuliah?” >> sy jawab aja “ya udah, putusin aja..”
09. dear muslimah yg dirahmai Allah, suatu hal yg baik (apalagi nikah) mestilah diawali dengan hal yang baik pula, betul apa betul? 


10. kalo awalnya ukhti udah diajak maksiat (belum juga nikah) dengan pacaran, susah dia bisa nunjukin jalan yg bener pas dah nikah

11. kl dia berani bermaksiat padahal Allah slalu liat, siapa yang jamin stelah nikah nanti dia gak maksiat sama yg lain saat ukhti tak liat?

12. kl sekarang aja dia dah berani nabur benih dosa, kira2 apa yg dipanen nanti pas dah nikah? >> masya Allah..

13. bukan iri, bukan nyinyir, cuma melaksanakan kewajiban dan tanda kasih dari sesama Muslim buat muslim yang lain, gak ada manfaat pacaran

14. laki2 soleh dididik Nabi saw untuk menjauhi wanita sebagai bentuk pe-mulia-an kepadanya, bukan karna tak suka, hanya menghormati

15. laki2 soleh dididik al-Qur’an untuk menghormati dan memuliakan wanita dengan meminangnya apabila dia memang sudah siap, bukan pelarian

16. laki2 yg soleh melindungi kehormatan dirinya dan namanya dengan berdiam dari urusan2 yang belum mampu dia kerjakan, termasuk nikah

17. jadi muslimah, jangan tertipu, bentar lagi banyak cowok2 yg mau enaknya doang cuma modal coklat n kata2 saduran, jiplakan ndeso

18. modal coklat n kata2 manis memikat, namun tak ada yg ditawarkan pada masa depan kecuali gelimang dosa dan makisiat.. masya Allah

19. semoga dengan beristiqamah, Allah pilihkan bagimu laki2 terbaik yang dengannya engkau dicemburui bidadari, yg mjaga kehormatan
follow @felixsiauw on twitter for more..

=========================

“Wanita selalu mengembalikan yang lebih untuk pria.”
Jika kamu memberinya rumah, maka ia akan memberimu kehangatan dalam rumahmu.
Jika kamu memberinya beras, ia akan mengembalikan nasi untukmu.
Jika kamu memberinya CINTA, ia akan memberimu pengabdian seumur hidupnya.
Tapi jika kau memberinya PENGKHIANATAN, ia akan memberimu doa dalam air mata kepedihannya, dan itu berarti siapkan dirimu utk berjuta KEMALANGAN!”
Jika kamu berdoa dan kamu yakin bahwa dialah tulang rusukmu, maka terimalah dia bukan sebagai wanita yang sempurna, melainkan sebagai wanita yang terbaik.
Yang terbaik dari ALLAH bukanlah dia yang tidak pernah berbuat salah, tapi dia yang selalu berkata maaf untuk setiap kesalahannya dan ia yang punya sejuta maaf untuk kesalahanmu.
Ia yang menerima masa lalu mu dan yang siap merancangkan masa depannya bersamamu.
Ia yang selalu cemas dan hilang akal ketika kamu tak memberinya kabar.
Ia yang bisa memberimu dampak positif dalam hidupmu. Ia yang mengingatkanmu akan ALLAH.
Ia yang mengajakmu bersyukur saat kegagalan menghampiri hidupmu.
Ia yang tidak pernah lupa menyebutmu dalam doanya

=========================
 
Ukhti…, renungkanlah!

Budaya barat hampir telah menyebar di seluruh pelosok bumi ini, orang-orang yang berusaha tetap konsisten terhadap sunnah Nabi-Nya bahkan diolok-olok. Bagai kaum muda, pengaruh budaya barat sangat besar pengaruhnya, diantaranya dalam hal pergaulan muda-mudi, mereka berkilah bahwa hal itu adalah masa perkenalan dengan calon pasangan hidupnya.

Saudariku muslimah, salah seorang darimu pernah berkisah, simaklah mudah-mudahan engkau bisa mengambil faedah.

Mulanya hanyalah perkenalan dan percakapan biasa lewat telepon. Seiring waktu berkembanglah pembicaraan sampai pada kisah cinta dan seluk-beluknya. Dia pun kemudian mengungkapkan cintanya dan berjanji akan meminang saya. Dia meminta agar bisa melihat wajah saya, terang saya menolaknya. Dia mengancam akan memutuskan hubungan. Akupun menyerah. Kukirimkan fotoku serta surat-surat yang begitu manis penuh rayu. Surat menyurat pun berlangsung selalu. Sampai akhirnya dia meminta untuk berjumpa dan jalan berdua dengannya. Aku menolak dengan keras. Tapi dia mengancam akan menyebarluaskan foto-foto saya serta surat-surat saya dan suara saya yang direkamnya ketika kami bercakap-cakap lewat telepon. Akhirnya akupun keluar pergi bersamanya dengan tekad agar bisa pulang segera secepatnya. Ya, akupun pulang akan tetapi dengan mambawa aib dan kehinaan. Ku katakan padanya: Nikahilah aku! Sungguh ini adalah aib bagiku. Maka dia menjawab dengan segenap penghinaan, ejekan dan mentertawakan: Sesungguhnya aku tidak akan menikahi wanita pezina.

Saudariku yang mulia, jika engkau memang memiliki akal untuk berfikir maka dengarkanlah nasehat berikut ini:

Janganlah engkau percaya bahwa pernikahan akan mungkin terlaksana hanya karena perkenalan dan percakapan iseng lewat telepon. Kalaupun memang ini terjadi maka akan mengalami kegagalan, kegalauan dan penyesalan.

Janganlah engkau percayai seorang pemuda ketika dia mulai menampakkan kejujuran dan keikhlasannya dan menyatakan sangat menghargai dan menjunjung tinggi kehormatanmu tapi dia mengkhianati keluargamu dengan meneleponmu dan mengajakmu jalan bersama. Jangan kamu percayai dia ketika dia mulai menyatakan cinta dan berlemah lembut dalam pembicaraannya. Sungguh dia melakukan semua itu dengan tujuan-tujuan busuknya yang tampak jelas bagi orang yang berakal. Akankah dia benar-benar menjunjung tinggi kehormatanmu sementara dia mengajakmu berjumpa dan jalan bersama padahal engkau belum halal baginya?

Janganlah engkau percayai para penyeru emansipasi yang mengharuskan adanya cinta (pacaran) sebelum pernikahan.

Ketahuilah bahwa cinta yang hakiki adalah setelah menikah. Adapun selain itu, umumnya adalah cinta yang penuh kepalsuan. Cinta yang dibangun di atas dusta dan kebohongan, semata-mata untuk bersenang-senang memuaskan hawa nafsu yang tak lama kemudian akan tampaklah kenyataan yang sesungguhnya. Berapa banyak keluarga yang hancur berantakan padahal mereka telah berpacaran sebelum akad pernikahan dan berjanji akan setia berkasih sayang sepanjang jaman? Bahkan berapa banyak pula pasangan yang berantakan sebelum sampai pada pelaminan dibarengi hilangnya kehormatan yang dibanggakan?

Al-Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya bahwa Nabi SAW bersabda: Pada suatu malam aku bermimpi didatangi dua orang. Keduanya berkata kepadaku, Pergilah! -kemudian beliau menyebutkan haditsnya sampai pada sabdanya SAW -: Kemudian kami mendatangi bangunan seperti tanur yang di dalamnya terdengar suara gaduh memekik. Kamipun melongoknya. Ternyata di dalamnya terdapat pria dan wanita telanjang yang disambar oleh lidah api dari bawah mereka. Ketika lidah api itu mengenai mereka, merekapun memekik kepanasan dan kesakitan. Ketika Nabi SAW menanyakan hal tersebut kepada malaikat, mereka menjawab: Adapun pria dan wanita yang ada di tanur tersebut mereka adalah laki-laki dan wanita pezina.

Maka apakah engkau ingin menjadi bagian dari mereka wahai saudariku muslimah?

Jauhilah bercakap-cakap tanpa keperluan di telepon karena sesungguhnya Allah merekamnya demikian juga syaithan dari jenis manusia pun merekamnya. Mereka para petualang cinta akan menggunakannya sebagai alat untuk mengintimidasi kalian agar kalian mau mendengar mereka dan mentaati mereka. Qiyaskan juga ke dalamnya chating yang tiada guna dan hanya membuang waktu semata.

Hati-hatilah, janganlah engkau foto dirimu kecuali karena suatu hajat dan janganlah terlalu mudah engkau sebarluaskan fotomu dengan segala bentuknya karena hal tersebut merupakan senjata yang paling berbahaya yang digunakan oleh serigala manusia sebagai alat untuk mengancam dan mengintimidasi kalian.

Jauhilah olehmu untuk menulis surat-surat cinta karena hal itu juga merupakan sarana yang digunakan oleh mereka.

Hindarilah majalah-majalah dan kisah-kisah cinta yang rendah, hina penuh aib dan cela. Sungguh di dalamnya terdapat racun yang membinasakan yang tersembunyi di balik indahnya halaman yang warna-warni serta kertas yang halus mengkilap dan wangi.
Jauhilah menonton sinetron-sinetron dan film-film yang hina, yang hanya menonjolkan kemewahan serta gemerlapnya dunia, menyajikan kisah cinta dengan akting yang justru merendahkan martabat wanita. Jauhilah semua itu karena hanya akan merusak akhlak, kehormatan, serta rasa malumu.

Hati-hatilah, janganlah engkau pamerkan auratmu dan janganlah engkau terlalu sering ke luar rumah dan ke pasar-pasar tanpa ada keperluan mendesak yang menuntut untuk itu. Sungguh hal itu hanya akan menjerumuskanmu ke dalam murka Rabbmu.

Janganlah engkau pergi berduaan dengan sopir pribadimu, sungguh ini merupakan khalwat yang terlarang. Janganlah sekali-kali engkau membela diri dengan beralasan bahwa ini darurat. Bertakwalah, karena barang siapa yang bertakwa kepada Allah, akan dijadikan baginya jalan keluar dari segala permasalahannya.

Hati-hatilah engkau wahai saudariku dari teman yang jelek. Cari dan bergaullah dengan temanmu yang shalihah yang akan membimbingmu kepada keridlaan Rabbmu dan senantiasa mengingatkamu agar tidak terjatuh pada perkara yang akan mendatangkan murka Rabbmu.
Saudariku yang mulia,
Hati-hatilah dari segala kemaksiatan dan dosa karena hal tersebut merupakan sebab hilangnya nikmat, mendatangkan musibah, dan merupakan sebab datangnya kesengsaraan serta adzab yang membinasakan.

Persiapkanlah dirimu untuk menghadapi malaikat maut dengan banyak bertaubat dan beramal shalih, sungguh engkau tidak tahu kapan giliranmu akan tiba.

Saudariku,

Setelah engkau baca nasihat di atas maka ketahuilah bahwa pintu taubat senantiasa terbuka bagi siapa saja yang benar-benar ingin bertaubat. Allah berfirman: Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas akan dirinya (berbuat dosa), janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah, sesunggunya Allah mengampuni dosa seluruhnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Az-Zumar : 53)
Maka apabila engkau wahai saudariku telah tenggelam dalam suatu kemaksiatan dan dosa, segeralah bertaubat dengan taubatan nashuha sebelum pintu taubat tertutup dan sebelum tubuhmu ditimbun di dalam tanah. Dan pada saat itu tidaklah lagi berguna penyesalan.
Semoga Allah membangunkan kita dari kelalaian yang ada dan semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, menerima taubat kita, melindungi kita dari adzab qubur dan adzab neraka, serta memasukkan kita ke dalam surga Firdaus Al-A’la.
Shalawat serta salam senantisa tercurah kepada Nabi kita.


SUMBER: Perpustakaan-Islam.Com
(Diterjemahkan dari http://www.alsalafiyat.com dengan perubahan dan tambahan)
Umar Munawwir, 02 Juni 2003


http://www.facebook.com/pages/Muslimah-Zone/133575523419905
http://www.facebook.com/UstadzFelixSiauw
http://www.facebook.com/UstadzFelixSiauw
http://www.alsofwah.or.id

Sumber: Buletin Darul Wathan “nihayatu fatah”
http://amininoorm.wordpress.com/2012/09/22/jangan-mau-diajak-pacaran/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar