Senin, 27 Januari 2014

WARISAN KH SAHAL MAHFUDZ

 
K.H Sahal Mahfud.

Berpulangnya Rais Aam PBNU Dr. (HC) KH. MA. Sahal Mahfudz, Jum'at (24/01/2014) dini hari, mendapat respons turut berbela sungkawa dari berbagai kalangan. Mulai dari Presiden, pejabat kementrian, dan masih banyak lagi yang merasa kehilangan sosok ulama kharismatik dari Pati, Jawa Tengah ini.

Ungkapan bela sungkawa, seperti disampaikan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui akun twitternya. Di sela kunjungannya meninjau erupsi Gunung Sinabung,
SBY menginstruksikan pejabat dan stafnya untuk mengurus prosesi pemakaman ulama yang akrab disapa Mbah Sahal. "Indonesia telah kehilangan ulama yang sangat dicintai. Semoga Allah memberi tempat terbaik di sisi-Nya," ungkap SBY dalam twitternya.

Tidak hanya presiden yang merasa kehilangan Mbah Sahal. Menteri Perdagangan Gita Wirjawan pun demikian. Dalam twitternya, Gita mengungkapkan rasa berduka yang sangat mendalam atas kepergian pengasuh Pesantren Maslakhul Huda, Margoyoso, Pati, Jawa Tengah.

"Saya amat berduka atas meninggalnya ulama besar yang kita kagumi, KH Sahal Mahfudz. Warisan pemikiran-pemikiran almarhum sangat mencerahkan dan menyejukkan," ungkap Gita.

Almarhum KH Sahal Mahfudz menurutnya, memiliki orientasi pemikiran yang sangat inklusif. Banyak pemikiran almarhum yang membantu pemecahan masalah-masalah sosial. Kepeloporan almarhum dalam bidang sosial-keagamaan memberi kontribusi besar dalam mengurai problematika masyarakat muslim kontemporer.

"Kita butuh puluhan, ratusan bahkan ribuan ulama penerus yang mengikuti jejak beliau KH Sahal Mahfudz," tukasnya.

Semasa hidupnya, Ketua MUI ini terkenal sebagai ahli ilmu fiqih terbaik di Indonesia. Berbagai pemikiran beliau bahkan tidak hanya menjadi rujukan ulama di tanah air, melainkan bahkan sampai ke beberapa negara Islam. Seperti Fiqih Sosial, Dialog Problematika Umat, Thariqatul Husul, Ahkamul Fuqaha, dan masih banyak lagi karya emas beliau.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar